• Apresiasi Indonesian CultureBangga sebagai Anak Indonesia
  • Enjoy LearningPembelajaran yang Menyenangkan
  • Guru TerbaikGuru yang Hangat & Menginspirasi
  • EntrepreunershipMandiri, Berani, dan selalu berkarya
  • GardeningMenanam untuk bumi yang lebih hijau
  • PemimpinSetiap anak memiliki jiwa kepemimpinan
  • HijauMenjaga keseimbangan alam
  • PersahabatanBersama sahabat mempelajari seisi alam semesta
  • Scientific Process SkillBerbudaya Ilmiah dalam berfikir dan berperilaku
  • Save The Earth!Kampanye 3R : Reduce, Reuse, Recycle
  • The Best Place!Sekolah ramah anak
  • Satu KeluargaBersamamu melewati masa remaja
  • Kerja SamaDan tidaklah Allah menciptakanmu selain untuk saling tolong-menolong

Kelas TK A

Cintaku untuk Bumiku

"Kucinta hijaunya bumiku ....."

Kucinta birunya lautku ...."

Kucinta semua yang ada .... padamu, Indonesiaku ..." (Ungu)

Terbetik lirik yang sering kami dengar saat kami melangkah, outing untuk mengenal sumber daya alam yang ada di kota Semarang. Semarang merupakan kota dataran rendah yang dibatasi oleh Laut jawa pada sisi utara dan pegunungan di sisi selatan, dan kami belajar, di TK Alam Ar-Ridho yang terletak di sisi selatan Kota Semarang.

Latar belakang di beri nama "Semarang" adalah karena banyak tanaman asem yang tumbuh di kota Semarang. Tempat tumbuh pohon asem yang jarang-jarang tersebut menginspirasi untuk memberi nama kota yang didirikan oleh Ki Ageng Pandanaran ini dengan nama "Semarang"(asem arang).

Kami tinggal di kecamatan tembalang, yang mana 20 tahun lalu, kawasan ini terkenal seram, jauh dari pusat kota dengan wilayah yang berbukit-bukit dan berhawa sejuk. Sejak dibukanya Universitas Diponegoro di Tembalang diikuti dengan berdirinya perguruan tinggi lainnya di kawasan ini, maka gerak kehidupan kota kecamatan ini semakin maju.

Munculnya banyak perumahan dengan dibukanya lahan-lahan baru dengan plus minus efek dari semakin banyak manusia yang tinggal di kota kecamatan ini membuat kota semakin rame dari hari ke hari.

Kami bersama anak-anak TK A, menuju ke kawasan di belakang perumahan kami yang suasananya masih terlihat "desa". Dengan mobil antar jemput sekolah kami berhenti di lokasi SMP Alam Ar-Ridho, yang memang terletak di belakang perumahan tempat sekolah kami berdiri.

Kami menyusuri hutan bambu, berjalan di pematang sawah, dan meniti jembatan bambu yang dibuat pak tani untuk mengalirkan air ke sawahnya. Perjalanan kami berakhir di sungai Pengkol, sungai yang sering banjir karena volumenya yang meningkat saat hujan. Sungai ini cukup besar dan berguna sebagai irigasi areal persawahan di sekitarnya.

Bambu, kota Semarang juga terkenal dengan banyaknya tanaman bambu ini. Salah satu manfaat dari tanaman ini adalah digunakannya "bung" atau tanaman bambu muda untuk dijadikan isi lumpia, makanan khas kota Semarang.

Pengalaman yang berkesan ini memenuhi semua materi ke-TK-an. Pada setiap perjalanan, kami menyisipkan pesan-pesan nilai agama dan moral, gerak langkah, meniti, melompat, menjaga keseimbangan adalah cara kami melatih fisik motorik anak. Pesan-pesan tentang ilmu Allah yang tersebar luas di jagat semesta menjadikan anak berfir tentang kebesaran Allah yang merupakan input pada sisi kognitif anak. Saling bekerja sama, toleransi, saling menjaga saat perjalanan adalah sarana untuk mengembangkan sisi-sisi sosial emosi anak. Cerita-cerita tentang perjalanan, celoteh, menjawab keingintahuan anak, adalah sisi bahasa yang sangat mendukung karena anak sangat exited dengan pengalaman yang dialaminya. Dan, kami berhadapan dengan Yang Maha Indah, yang Maha Kreatif yaitu Allah SWT, dan ananda berhadapan dengan pembuat seni paling hebat.

Pada edisi lain, kami ingin bercerita juga tentang lumpia yang kami bikin sendiri di sekolah.

Di bumi semarang, kami tinggal dan kami berjanji akan menjaga tanah ini agar tetap lestari dan bersih. (ira)

 

Blog Sekolah

Peta Lokasi Sekolah

You are here: Home PG-TK Artikel KBM Kelas TK A Cintaku untuk Bumiku