• Apresiasi Indonesian CultureBangga sebagai Anak Indonesia
  • Enjoy LearningPembelajaran yang Menyenangkan
  • Guru TerbaikGuru yang Hangat & Menginspirasi
  • EntrepreunershipMandiri, Berani, dan selalu berkarya
  • GardeningMenanam untuk bumi yang lebih hijau
  • PemimpinSetiap anak memiliki jiwa kepemimpinan
  • HijauMenjaga keseimbangan alam
  • PersahabatanBersama sahabat mempelajari seisi alam semesta
  • Scientific Process SkillBerbudaya Ilmiah dalam berfikir dan berperilaku
  • Save The Earth!Kampanye 3R : Reduce, Reuse, Recycle
  • The Best Place!Sekolah ramah anak
  • Satu KeluargaBersamamu melewati masa remaja
  • Kerja SamaDan tidaklah Allah menciptakanmu selain untuk saling tolong-menolong

Prestasi & Publikasi

SAA Menuju Juara Nasional Lomba PKA (Penghijauan dan Konservasi Alam)

Oleh : Bu Isti
Penggerak KMDM Ar-Ridho

Sekolah Alam Ar-ridho dibangun pada tahun 2000 tepatnya di jalan Bukit Kelapa Sawit I Blok AA Bukit Kencana Jaya, Meteseh, Tembalang, Semarang. Berkat ide seorang dosen sekaligus ustadz, sekolah alam ini berkembang sampai sekarang.

Beliau memulai pembangunan sekolah alam ini dengan membabat semak-semak yang ada dan memposisikan bangunan tanpa menebang pohon yang sudah ada serta tanpa meratakan tanah sehingga kita bisa lihat sekarang sekolah alam ini konturnya ada yang tinggi dan ada yang rendah.

Pohon yang sejak awal berdiri tanpa ditebang yakni pohon kelapa dan pohon jati yang kita gunakan untuk sarana outbound, dan sebelah utaranya lagi dua pohon mangga yang tampak gagah di sebelah laboratorium komputer, tanaman langka duwet/jamblang yang membawa berkah, serta mahoni yang berbaris rapi.

Bercerita mengenai tanaman langka duwet/jamblang yang membawa berkah sangatlah menarik sekali. Pasalnya ada anak satu kelas yang memanfaatkan panen buah duwet digunakan untuk market day atau dijual. Mereka mendapatkan laba 100% karena mereka berjualan tanpa modal se-rupiah pun, hanya dengan modal memanjat pohon langka ini serta bergelut dengan semut-semut yang manis. Subhanalloh...memang anak-anak yang unik dan cerdik. Yang lebih menakjubkan lagi yakni bergelut dengan ketinggian atau memanjat adalah anak putri. Lho…. anak putranya mana?

Kita belajar banyak hal dari aktivitas ini ada kekompakan serta keberanian tak kalah penting juga belajar kreatif dalam berwirausaha. So tetap semangat ya anak-anak, semoga impian kalian terwujud kelak. Amin.

Setahun setelah berdiri, ditanamlah pohon beringin yang dengan setianya menyambut kami di pintu gerbang masuk sebelah selatan. Pohon dengan nama latin Ficus benjamina ini adalah sumbangan dari wali murid. Pohon ini memberikan kesejukan yang luar biasa sehingga digunakan armada antar jemput sekolah untuk berteduh. Angin sepoi-sepoi membuat pohon tersebut melambai- lambaikan daunnya, sehingga tak jarang membuat sopir antar jemput terlelap dalam mimpi saat menunggu anak-anak pulang sekolah.

Tahun demi tahun sekolah ini berkembang. Tentu saja tidak luput dari penanaman dengan prinsip lahan yang masih kosong kita tanami sehingga sekolah kami tampak lebih asri. Pohon sukun, belimbing, nangka, jambu biji, jambu air, sawo, kersen, ketapang, glodokan pecut atau pohon tiang, jati kebon, serta matoa menghiasi sekolah.

Pagar keliling sekolah yang terisi dengan pasukan bambu yang berbaris rapi serta tanaman teh-tehan yang mengelilingi arena bermain. Sungguh sebuah perjuangan yang luar biasa agar tanaman yang ada ini tetap lestari.

Tahun 2007 merupakan tahun kesedihan bagi kami karena beberapa bangunan dari sekolah kami terbakar. Alhamdulillah tanaman tidak banyak yang ikut terbakar. Tanaman sawo keciklah yang menjadi korban keganasan si jago merah saat ramadhan malam itu. Namun kami segera bangkit dari kesedihan itu, kami mulai membangun kembali sekolah ini dengan segenap jiwa dan raga.

Setahun kemudian bekas lahapan si jago merah itu sudah tak tampak lagi. Pohon belimbing tampak sudah tinggi tak kalah pula dengan si kersen yang lebih menjulang tinggi dan rindang. Pohon yang menjadi rumah kedua bagi anak-anak dan si kelelawar ini buahnya memang sangat menarik untuk dinikmati sehingga tak heran jika pohon ini menjadi tempat favorit anak-anak yang suka bergelut dengan ketinggian.

Setiap tahun sekolah kami memiliki agenda unik yakni memperingati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April sehari setelah momen Hari Kartini. Momen Hari Bumi di tahun 2009 kita peringati dengan aksi teatrikal bumi yang makin lelah karena aktivitas manusia.

Kemudian disusul tahun 2010 dengan penanaman di lingkungan sekolah. Tanaman yang ditanam antara lain pohon beringin, matoa, serta jambu air. Tahun 2011 dari sekolah kami turun ke pantai membersihkan pantai Maron yang indah, yang mana keindahan pantai tersebut tertutup oleh sampah hingga membuat kami sedih saat melihathal itu, dan kami pun terjun langsung menyapu bersih sampah-sampah yang ada sepanjang mata memandang dalam kegiatan yang kami beri nama “Edu Coastal Clean Up”.

Kemudian untuk peringatan hari bumi tahun 2012 ini kami kembali menanam di sekolah, namun karena lahannya sudah penuh sehingga kami menanam di polybag dan memberikan bibit ke perumahan Bukit Mutiara Jaya sebagai bentuk pengabdian kami ke masyarakat. Dibarengi juga dengan program kantin sehat serta pemilahan sampah yang tepat.

Perjuangan dan perjalanan penghijauan sekolah kami ternyata dilirik oleh Panitia Lomba PKA kategori KMDM (Kecil Menanam Dewasa Memanen) tanpa kita mengetahui kapan lomba ini dimulai kita langsung menjadi juara 1 tingkat kota Semarang. Menuju juara 1 propinsi kami mulai menata dan merapikan sekolah kami agar lebih menarik mata pengunjung serta dewan juri. Dan, alhamdulillah kami mendapat juara 1 tingkat propinsi dan meneruskan perjuangan selanjutnya untuk menuju “Nasional Satu”.

Kami terus meningkatkan diri, berjuang dengan segenap hati bertekad untuk menjadi juara satu tingkat Nasional. Dalam penilaian lomba ini kami menyertakan generasi penerus bangsa ini yang sadar betul akan penghijauan di bumi ini. Subhanallah... Anak-anak kami sungguh percaya diri alias “PeDe” ketika menjawab lontaran pertanyaan dari rombongan dewan juri yang diketuai oleh Ibu Ir. Indri Astuti, M.S, Staf khusus Menteri Kehutanan RI.

Terima kasih atas bantuan  berbagai pihak: Bapak Sarmadi (pembimbing lapangan), Dinas Kehutanan Kota Semarang, Bapak Haris (Penyuluh Pertanian), Segenap pengurus Yayasan Alam Ar-ridho, Ustadz Nurul Hamdi dan Ibu Mia Inayati, Pengembang Perumahan Bukit Kencana Jaya, Bapak Camat Tembalang serta Bapak Lurah Meteseh dan segenap guru serta karyawan sekolah Alam Ar-Ridho.

Ar-Ridho… The Best!!!

{jcomments on}


 

Blog Sekolah

Peta Lokasi Sekolah

You are here: Home Berita Prestasi & Publikasi SAA Menuju Juara Nasional Lomba PKA (Penghijauan dan Konservasi Alam)