• EntrepreunershipMandiri, Berani, dan selalu berkarya
  • GardeningMenanam untuk bumi yang lebih hijau
  • PemimpinSetiap anak memiliki jiwa kepemimpinan
  • HijauMenjaga keseimbangan alam
  • PersahabatanBersama sahabat mempelajari seisi alam semesta
  • Scientific Process SkillBerbudaya Ilmiah dalam berfikir dan berperilaku
  • Save The Earth!Kampanye 3R : Reduce, Reuse, Recycle
  • The Best Place!Sekolah ramah anak
  • Satu KeluargaBersamamu melewati masa remaja
  • Kerja SamaDan tidaklah Allah menciptakanmu selain untuk saling tolong-menolong

Kelas 3

Puisi Berantai di Awal Pagi

menulis puisi

“Hitungan kelima semua sudah berbaris rapi. Putra sebelah kanan putri sebelah kiri. Satu....Dua...” Anak-anak Kelas 3C yang semula ramai dengan aktifitas masing-masing mulai merapikan diri dalam dua barisan. “Tiga…Empat…..” tinggal beberapa anak yang masih asyik main-main.

“Syaqiq..Oi..”, anak-anak yang sudah berbaris berusaha mengajak anak yang belum rapi. Terpaksa saya ulangi hitungan “Empat..” dengan suara yang lebih keras. “Lima..” dengan sedikit tekanan suara, Saya akhiri hitungannya. “Baik sudah rapi semuanya?” tanyaku sekedar mencari perhatian “Sudah..” dengan suara kompak mereka menjawab.

“Baiklah, Kalian sudah rapi sekarang saatnya kita bermain Puisi Berantai” kataku memulai pembelajaran Bahasa Indonesia yang terintegrasi dengan IPS sekaligus. Ya..Menulis pusis itu biasa dilakukan pada pelajaran Bahasa Indonesia, sedangkan IPS-nya dari proses yang dilakukan anak-anak : Kerja Sama.

“ Di tangan Pak Rofi ini ada dua lembar kertas yang sudah Pak Rofi tulis judul puisi yang akan kalian buat. Kalian boleh pilih judul itu atau kalian tentukan sendiri” Saya berikan pilihan itu agar mereka bermusyawarah. Segera saja kelompok anak putri melingkar dan mendiskusikan judul puisi yang hendak mereka buat. Sementara barisan anak putra tetap bergeming dan tak berubah sedikit pun. “Aturan mainnya adalah satu anak, satu kalimat. Setelah selesai menulis segera serahkan kertasnya ke teman yang di belakang” Saya jelaskan mekanisme permainannya. “Okey, Kelas 3C..are you ready?” “Yessss” jawab mereka penuh semangat. “Dalam hitungan ketiga permainan segera dimulai” ujarku sambil membagikan kertas pada anak yang duduk terdepan. “Satu..Dua ..Tiga..Mulai”. Segera Rikza dan Sasa menorehkan tulisan pada kertas itu.

Kelompok anak putri terlihat lancer-lancar saja meskipun agak lambat. Kelompok putra yang semula lancar dan agak cepat, tiba-tiba gaduh karena ngadat pas giliran Riski, anak jago matematika tapi suka lambat kalau harus menulis dan memahami kalimat. Teman-teman Riski banyak yang protes “Pak…Riski susah nulisnya”..”Okey, lanjutkan saja giliran berikutnya” perintahku agar permainan kembali berjalan.

Selqang beberapa detik, tiba sudah pada giliran paling belakang. “Okey sudah hampir selesai.. Silahkan kumpulkan di depan. Hana dan Oi yang berada pada giliran paling belakang, dengan sedikit berlari maju dan menyerahkan hasil karya kelompok mereka masing-masing. Setelah kuamati sebentar secara spontan saya baca puisi-puisi itu dengan sedikit berdeklamasi.

Puisi #1

Gunung Meletus


Kau meletus dengan tiba-tiba
Aku bersiap untuk pergi
Barang-barangku aku siapkan secepatnya
Aku segera mengungsi
Aku memakai masker
Debu menempel di mana-mana
Banyak orang sakit pernafasan karena debu
Oleh Kelompok Singa
Dibentuk dapur umum

Puisi #2

Matahari


Engkau sangat berguna untuk kami
Membantu proses fotosintesis tanaman
Menyinari siang hari
Matahri kau telah menyinari bumi
Selalu ada untuk kami
Matahari, kami sangat bangga karena engkau ada dengan kami
Terima kasih matahari engkau telah membantu kami

Seperti itulah suasana belajar di Kelas 3C. Pembelajaran IPS tentang Kerja Sama yang include juga dengan Bahasa Indonesia. Salam Hangat! (dr / Tasropi)

Blog Sekolah

Lokasi Sekolah

You are here: Home SD Artikel KBM Kelas 3 Puisi Berantai di Awal Pagi