Sekolah Alam Ar-Ridho

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Mutiara Rasulullah SAW

Makan Bersama Nabi Muhammad SAW

E-mail Print PDF
Rasulullah tidak pernah mengumpulkan dua macam makanan di dalam perutnya. Jika beliau memakan daging, beliau tidak menambahnya dengan makanan yang lain.

Hidup sederhana benar-benar diamalkan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam dalam setiap harinya. Meski beliau seorang pemimpin, tetapi kehidupan tidak lebih dari kehidupan sahabatnya yang miskin lainnya. Hal ini tercermin dalam penampilan sehari-hari serta dalam cara makan dan minum beliau di rumah maupun ketika diundang dalam jamuan makan.

Beliau tidak pernah menolak makanan yang diberikan kepadanya, setelah membasuh tangan dan membaca basmalah serta berdoa, beliau selalu mengambil makanan yang ada di dekatnya. Beliau tidak pernah makan dalam piring besar atau makan roti yang empuk serta berada di atas meja, selalu beliau makan dengan duduk di lantai. Duduknya saja tidak bersila, tetapi seperti duduknya para budak.

Menyintai Tetangga

E-mail Print PDF

Rasulullah SAW bersabda, “Perbaikilah hubungan bertetangga dengan orang yang menjadi tetanggamu, niscaya kamu menjadi Muslim (yang sempurna).”

Suatu ketika Sayyidah Aisyah, istri Rasulullah SAW, mempunyai makanan berlebih di dalam rumahnya, maka beliau ingin memberikan sebagian kepada tetangganya. Hanya beliau ragu, apakah seluruh tetangga diberi atau hanya sebagian saja, dan tetangga mana yang lebih didahulukan?

Karena itulah, beliau bertanya kepada suaminya yang juga menjadi junjungan kita sebagai Nabiyullah. “Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mempunyai dua orang tetangga, maka kepada siapakah aku member hadiah?”

Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 18:19

Rasulullah SAW, Guru Yang Berhasil

E-mail Print PDF
“Kamu sekalian sekali-kali tidak akan memperoleh kebajikan sebelum menafkahkan sebagian harga yang kalian cintai.” – QS Ali Imran (3): 92.

Selain sebagai utusan Allah subhanahu wa ta’ala, Nabi Muhammad shallallahu alaihi wassalam juga seorang pemimpin, seorang suami, ayah, dan juga seorang guru bagi para pengikutnya. Sebagai guru, beliau menyampaikan ajaran yang bersumber dari wahyu Allah ini dengan menanamkan di benak batin, di dalam sikap, serta teladan di dalam tingkah lakunya.

Keberhasilan seorang guru, diukur dari bagaimana ajaran yang telah ditanam itu diyakini oleh muridnya, kemudian keyakinan itu membentuk sikap hidupnya, dan akhirnya keyakinan dan sikap hidup itu diujudkan dalam tindakan atau dalam istilah lain diamalkan  dalam kehidupan sehari-hari. Apa yang dilakukan Nabi sudah berhasil, apabila diukur dari tiga indikator itu. Hal ini terbukti kisah berikut ini, sebagai salah satu contoh:
Last Updated on Tuesday, 18 October 2011 18:19
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
  • An Image Slideshow
You are here: Kolom Mutiara Rasulullah SAW